Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2011

Walah...Ruang Internet Ludes 2011, Tinggal 5 Persen Alamat Tersisa

Tema: Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan


Walah...Ruang Internet Ludes 2011, Tinggal 5 Persen Alamat Tersisa
REPUBLIKA.CO.ID,Versi internet yang paling umum dipakai kini mulai kehabisan ruang. Organisasi global yang membantu mengkoordinasi alokasi alamat-alamat internet hari ini mengingatkan bahwa hanya sekitar 200 juta, atau lima persen saja, dari sekitar empat miliar alamat internet yang masih tersedia.
Organisasi tersebut, The Number Resource Organization (NRO) mengatakan lebih dari 200 juta alamat terpakai dalam sembilan bulan terakhir. NRO sebelumnya telah mengingatkan bahwa versi internet yang sekarang, yaitu Internet Protocol 4 atau IPv4, bisa kehabisan alamat pada akhir 2011.
Lembaga NRO ini, banyak pemerintah dan badan-badan lain sudah berusaha meminta para penyedia jasa Internet untuk mulai memakai versi yang lebih baru, atau IPv6.
Perubahan ini mengharuskan penyedia jasa untuk membeli teknologi baru, tetapi akan memperbanyak jumlah alamat internet yang tersedia menjadi lebih dari 340 triliun triliun triliun, atau angka dengan 39 digit.


Komentar & Solusi :
Perbaikkan teknologi di bidang internet dirasa sangat penting, guna menjaga kestabilan teknologi dan internet.

Sambungan Aliran Listrik Belum Merata di Madura

Tema: Masyarakat Perkotaan dan Pedesaaan


Pamekasan (ANTARA) - Sambungan aliran listrik belum merata ke semua wilayah di Pulau Madura, Jawa Timur, dan hingga kini masih banyak warga, khususnya di perdesaan yang belum menikmati aliran listrik.
"Kondisi ini tidak hanya terjadi di Pamekasan saja, namun di semua wilayah kabupaten di Pulau Madura mulai dari Bangkalan, Sampang, hingga Kabupaten Sumenep," kata Manager Unit Pelayanan (UPJ) dan Jaringan Perusahaan Listrik Negera (PLN) Pamekasan, Grahito, Selasa.
Grahito menuturkan, sambungan aliran listrik kepada warga yang belum teraliri listrik tersebut, bergantung kepada ketersediaan keuangan masing-masing pemerintah daerah.
Sebab di PLN sendiri, kata dia, saat ini sudah merupakan perusahaan murni. Sehingga segala bentuk sambungan aliran listrik kepada warga harus dihitung bisnis.
"Sekarang bergantung kepada daerah masing-masing. Jika sambungan aliran listrik di daerah seperti di Pamekasan ini ingin merata ke semua penduduk yang ada di sini maka Pemkab Pamekasan tentunya harus menyediakan dana untuk itu," ucapnya.
Diakui Grahito, di Pamekasan sendiri hingga saat ini memang masih banyak warga khususnya di perdesaan yang belum teraliri listrik.
"Hampir di semua kecamatan masih ada kampung-kampung pendudukan yang belum teraliri sambungan listrik. Yang banyak di wilayah utara Pamekasan," paparnya.
Bahkan sambung Grahito, di wilayah Kecamatan Kamal, Bangkalan saja yang merupakan daerah yang paling dekat wilayah Surabaya, masih ada sebuah desa yang baru tersambung aliran listrik tahun ini.
"Itu merupakan desa yang terletak di wilayah kecamatan dan dekat dengan Surabaya pula. Saya tahu itu ketika menjabat sebagai Kepala PLN di sana," katanya menuturkan.
Grahito menjelaskan, selain persoalan dana yang juga menjadi kendala sambungan aliran listrik kepada masyarakat yang ingin menikmati aliran listrik karena persoalan daya. Dulu, kata dia, daya listrik untuk wilayah Jawa, Bali dan Madura kurang.
"Namun, saat ini kan sudah teratasi kalau persoalan daya itu, tinggal ketersediaan dana saja dari pemerintah," katanya menjelaskan.
Di Pamekasan, sambungan aliran listrik ke sejumlah warga di perdesaan akibat terjadi penyimpangan. Pemkab di kota ini sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,2 miliar untuk sambungan aliran listrik yang dialokasikan pada tahun anggaran 2005 hingga 2008.
Namun, dalam praktik pelaksanaan program tersebut tidak terealisasi, bahkan sejumlah pejabat dan rekanan pelaksana proyek sambungan listrik dipenjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam program listrik masuk desa (PLMD) tersebut.
Secara terpisah, ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sejahtera Pamekasan Hosnan Ahmadi menyatakan, pemerataan sambungan aliran listrik kepada warga di perdesaan sepertinya menjadi program utama pemerintah.
Sebab fakta yang terjadi selama ini, desa-desa yang rawan terjadi tindak pidana kriminal seperti pencurian hewan ialah desa-desa yang belum teraliri sambungan listrik.
"Kedepan, saya kira pemerintah perlu memperhatikan itu. Sudah puluhan tahun Indonesia merdeka, tapi sampai saat ini masih banyak warga yang belum menikmati kemerdekaan. Suasana desa masih gelap gulita, tanpa listrik," ucap Hosnan Ahmadi.

Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20101019/tid-sambungan-aliran-listrik-belum-merat-f9ffe45.html

Solusi :
1. Pengalokasian dana hendaknya dapat bersifat transparan sehinngga jelas prosesnya.
2. Pengoptimalan fasilitas di daerah pedesaan dapat membuat negara lebih maju sehingga tidak ada perbedan antara fasilitas di kota dan didesa.

Minggu, 24 Oktober 2010

Kekerasan Dalam Berpacaran

          Dalam video yang ditampilkan dikelas mengenai kekerasan dalam berpacaran bercerita tentang seorang wanita yang bercerita mengenai dirinya. Dia (baca: Bunga) menceritakan dirinya selama masih berpacaran dengan Japra (baca: nama sang pacar), sampai akhirnya mereka putus.
          Pertama Bunga yang dianiaya secara batin karena sang pacar memaksanya untuk jalan-jalan sementara dirinya sedang banyak kerjaan. Lalu dianiaya secara fisik dengan menyuruhnya memakan donat secara paksa. Akan tetapi setelah melakukannya, sang pacar langsung meminta maaf atas kelakuannya.
           Namun kejadiannya tidak berhenti sampai disitu. Bunga yang dianiaya juga secara ekonomi, karena Japra meminta dibelikan handphone dengan harga yang mahal. Kemudian Bunga yang di pukul sampai ia lari ketakutan ke kamar mandi. yang kembali diakhiri dengan permintamaafan sang pacar bahwa dia tidak akan melakukannnya lagi.
          Kekerasan yang dilakukan Japra rupanya sebagai akibat dari orang tuanya. Ayah Japra suka memukul ibunya apabila ayahnya sedang marah.
          Setelah bersussah payah, akhirnya Bunga dapat bercerita kepada sahabatnya. Ia menumpahka keluh kesahnya selama berpacaran dengan Japra. Hal ini bukanlah hal yang mudah untuk Bunga dapat bercerita dengan sahabatnya, karena Japra melarang Bunga untuk kumpul-kumpul bahkan sekedar ngobrol dengan temannya. Ditambah lagi dengan keadaan keluarga Bunga yang selalu sibuk, sehingga Bunga menjadi sangat kesepian, dan hanya Japra yang menemaninya.
          Sampai akhirnya bunga tidak tahan akibat kekerasan fisik yang terus menerus diterimanya. Saat didalam mobil Japra terus menjambak rambut Bunga dan juga membenturkan kepalanya ke dashboard mobil.
          Setelah Bunga putus dari Japra akhirnya ia dapat membuka dirinya terhadap teman-temannya. Ia sering jalan-jalan dan kumpul berang dengan teman-temannya. Sementara itu ia mendapat kabar bahwa Japra sudah dipenjara dengan tuduhan penganiayaan yang dilaporkan oleh pacarnya Japra yang baru.

Solusi:
Setelah membaca cerita yang diatas, dapat diambil solusi yang cocok untuk Bunga dan Japra, yaitu:
Untuk Bunga:
- Membuat batasan dan pertahanan diri.
- Mau tegas dan berkata tidak bila ada perlakuan yang kelewat batas.
- Bunga harus menceritakan masalah yang sedang dihadapi ataupun segala kejadian-kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Karena sesibuk apapun orang tuanya pasti akan mendengarkan apanila anaknya sedang ada masalah.
- Perbanyak waktu dengan keluarga dan sahabat. dan sangat baik apabila seimbang antara waktu antara keluarga, bekerja, sahabat, dan berpacaran.

Untuk Japra:
- Diceritakan masalahnya kepada orang lain, baik teman ataupun dokter psikologi. Karena siapa tahu masalahnya dapat di selesaikan.

Selasa, 19 Oktober 2010

Rumah Purnawirawan TNI Disegel, Warga Rusuh

Tema: Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme


TEMPO Interaktif, Jakarta -Warga Jl. Otista III, RT 07/RW 02 Kelurahan Cipinang, Kecamatan Jatinegara siang ini rusuh. Warga memprotes kehadiran satu batalyon TNI Angkatan Darat dengan truk bernomor 8292-03 yang menggusur salah satu rumah bernomor 08 milik anak Kolonel (Purn) TNI Sumarli.
Mayoritas warga yang merupakan anak-anak (Purn) TNI tersebut bahkan sempat mengeluarkan kata-kata kasar seperti "Tentara zaman sekarang tidak perang sih, makanya lawan rakyat. Mana dibawa pemborong lagi. Semoga matinya keinjek-injek," teriak para warga menyumpahi TNI usai penggusuran, siang ini.
Bahkan warga sampai mengeluarkan aneka serapah membawa nama hewan. Tentara yang meninggalkan lokasi membalasnya dengan gerakan mengejek sambil berdadah. Tak berapa lama Kijang Innova bernomor polisi B1715 KFL nyaris dihentikan dan diganyang massa. Di dalam Innova ini ada dua orang berketurunan Tionghua yang diduga sebagai pemborong rumah tersebut.
Dalam pengamatan Tempo, rumah tidak digusur dan disegel seluruhnya. Hanya rumah utama yang dulunya ditempati almarhum (Purn) Sumarli. Sedang rumah tambahan di sebelahnya yang ditempati anak-anaknya tidak diutak-atik.
Kedua rumah sendiri dalam keadaan kosong tanpa perabot saat rumah utama disegel. Luas tanah untuk kedua rumah ini lebih dari 1000 meter persegi. "Padahal ini satu SIP (Surat Izin Penghunian) jadi kalau nyegel rumah utama, bisa dapat rumah tambahan," kata Tinton, perwakilan warga.
Ironisnya, yang melakukan penyegelan adalah Komando Distrik Militer (Kodim) Tangerang oleh anak buah Letkol Inf. Farouk Fakar Komandan Yonif 203. Mereka menunjukkan SIP baru atas nama Letkol Farouk yang ditandatangani Asisten Logistik Kodam Jaya Kolonel Sudarto.
"Sebelumnya Farouk pernah menawarkan ke warga uang Rp 15 juta untuk mengosongkan rumah. Zaman gini dikasi uang segitu minta rumah sebesar ini. Molen rumah ini saja habis ratusan juta," kata Ita, salah satu warga yang terlihat paling emosi dengan penyegelan.
Padahal, lanjut Ita, pada Jumat (1/10) lalu Kepala Staf Angkatan Darat TNI Jenderal George Toisuta menjamin tidak akan menggusur atau menyegel rumah tentara Purnawirawan di seluruh Indonesia.
Setidaknya selama moratorium masih dibahas dalam Panitia Kerja Komisi Pertahanan DPR bersama dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. "Ini kan berarti tentara zaman sekarang tidak mengikuti perintah atasan," katanya.
Sekitar pukul 12.15 warga mendobrak segel yang dilakukan TNI. "Karena berdasarkan Surat Telegram KSAD masih ada kesempatan penghuni hingga Februari 2011," kata Ita.


Komentar & Saran :
1, Rumah dinas yang diperuntukan bagi tentara-tentara yang masih bekerja memang seharusnya tidak ditinggali lagi apa bila masa kerjannya sudah habis. Diberikan rumah dinas bukan berarti diberikan rumah untuk menjadi hak milik. Anggaran pemerintah akan habis bila hanya diperuntukan untuk membangun rumah bagi semua tentara dari yang masih berdinas sampai yang sudah habis masa kerjanya.
2. Penghuni Rumah dinas seharusnnya sudah memperkirakan apabila masa kerjannya sudah habis, maka akan digantikan dengan tentara-tentara baru.

RI Masih Dianggap Sebagai Pengirim Pembantu

Tema: Warga Negara dan Negara


VIVAnews - Di mata para pengusaha Uni Emirat Arab (UAE), Indonesia lebih dilihat sebagai negara pengirim pembantu rumah tangga terbesar (PRT) ketimbang mitra dagang yang benar-benar diperhitungkan. Di sisi lain, pebisnis di tanah air masih belum menganggap serius UAE sebagai tujuan pasar yang potensial.
"Kedua negara sebenarnya punya hubungan kultural yang erat, namun eratnya hubungan ini belum terlihat secara nyata di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi," kata M.Wahid, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, dalam bincang-bincang dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Rabu 13 Oktober 2010.
Secara berkala, Wahid mengunjungi kota-kota di tanah air untuk memperkenalkan potensi kerjasama ekonomi dan perdagangan antara pengusaha maupun pemerintah lokal dengan para pebisnis UEA. Dalam kunjungan kali ini, Wahid juga mengedarkan buku "Panduan Bisnis di UEA" edisi terbaru, yang disusun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi.

Namun, Wahid mengungkapkan selama ini potensi kerjasama ekonomi dan perdagangan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua pihak. Bagi kalangan pebisnis UEA, potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta ternyata kurang diperhitungkan. "Indonesia lebih dikenal sebagai salah satu negara pengirim PRT terbesar di Timur Tengah," kata Wahid.
Dia mengungkapkan, Indonesia selama ini dipandang para pengusaha Arab kurang proaktif dalam upaya memahami pasar Timur Tengah, khususnya UEA. Kebanyakan pelaku bisnis Indonesia belum melihat UEA sebagai pasar potensial dan lebih melihat pada pasar tradisional seperti Amerika, Jepang, dan Eropa.
"Penduduknya yang hanya sekitar lima juta jiwa tampaknya juga merupakan faktor kurang diliriknya pasar UEA," kata Wahid, yang juga menyampaikan masalah ini dalam buku panduan yang disusun KBRI Abu Dhabi. Padahal, UEA merupakan ekonomi kedua terbesar di kawasan Teluk setelah Arab Saudi dan pengimpor barang terbesar di Timur Tengah - dengan volume sekitar US$60 miliar.
"Banyak yang kurang menyadari bahwa sekitar 70 persen impor UEA diekspor lagi ke negara-negara lain di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa," tutur Wahid.

Di bidang turisme, masyarakat UEA lebih mengenal Malaysia dan Thailand, yang selama ini gencar mempromosikan pariwisata melalui tayangan iklan di media lokal maupun internasional.
Menurut dia, kebanyakan warga UEA yang berkunjung ke Indonesia merupakan frequent visitors, yang sebelumnya telah sering berkunjung karena urusan bisnis, keluarga atau karena diperkenalkan oleh rekannya dari Indonesia. (hs)

Sumber: http://id.news.yahoo.com/viva/20101014/twl-ri-masih-dianggap-sebagai-pengirim-p-cfafc46.html 

Solusi :
1. Indonesia hendaknya meningkatkan kualitas SDM sehingga tidak hanya dikenal sebagai pengirim pembantu, tetapi juga dikenal sebagai pengirim tenaga kerja yang berkualitas di berbagai bidang. Seperti dibidang IT, design, elektronik, robotik, pengajar, seniman, dan juga dapet mengirim pelajar-pelajar yang ingin menimba ilmu di luar sana.
2. Mencontoh negara yang sudah-sudah untuk mempromosikan kebudayaan, kerajinan dan tempat wisata lebih giat lagi. Dengan ini juga dapat meningkatkan citra bangsa di mata dunia.

Sri Mulyani Salat Bersama Warga RI di Washington

Tema: Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat

September 11, 2010 by dimas  

WASHINGTON DC (Pos Kota) – Sholat Idul Fitri bersama warga Indonesia di Washington, bertambah meriah tahun ini dengan kehadiran dubes baru dan Sri Mulyani.
Sekitar 2.000 warga Indonesia yang tinggal di Washington dan sekitarnya melaksanakan salat Ied, yang dilanjutkan dengan halal bihalal.
“Sesudah pindah, ini lebaran pertama saya. Saya rasa meriah sekali dan penuh. (Jumlah jemaah) lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, menurut saya, sewaktu saya di sini dulu,” kata Sri Mulyani.
Warga yang hadir pun setuju, suasana perayaan hari Idul Fitri di antara komunitas Indonesia, semakin lama semakin meriah. “Alhamdulillah,” ujar Amin Hasan dan keluarga yang hadir di tempat sholat.
Selain Sri Mulyani, salah seorang Direktur Pelaksana Bank Dunia yang juga mantan Menkeu, Sri Mulyani, turut hadir di antara jemaah Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang baru tiba di Washington.
Dino mengaku terkesan dengan suasana kekeluargaan warga Indonesia di tanah rantau. “Saya bangga hari ini menjadi orang indonesia di Amerika dan juga bangga dengan kinerja dan semangat warga Muslim kita di sini,” ujar Dino, sebagaimana dilaporkan VoA.
Selain halal bihalal, warga Indonesia mengisi perayaan Idul Fitri dengan berbagai acara baik bagi orang dewasa, remaja maupun anak-anak, seperti kasidahan dari ibu-ibu, nasyid oleh bapak-bapak, pembacaan puisi dan hiburan lainnya dari anak-anak dan remaja. (dms)


Solusi:
Persamaan derajat dalam  beribadah dapat mempererat rasa persaudaraan dan tidak membuat warga indonesia yang yang ada disana merasa senasip.

Konser Bondan Rusuh, Puluhan Fans Pingsan

Tema: Pemuda dan Sosialisasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Konser Bondan Prakoso veaturing Fade 2 Black dan Pay (Utopia) yang digelar salah satu pabrikan rokok di stadion Bhatoro Katong, Rabu (06/10/2010) diwarnai aksi saling lempar. Hal ini dimungkinkan karena pihak penyelenggara kurang siap memberikan pengamanan. Selain itu, dalam konser yang dihadiri ribuan remaja Ponorogo ini banyak dijumpai tragedi pingsannya beberapa penonton. Bahkan kebanyakan, penonton yang jatuh pingsan didominasi kaum hawa. Seperti yang dialami Meta Ayu, salah satu penonton yang mengaku berasal dari kecamatan Jenangan ini. Dia terpaksa harus dievakuasi pihak kepolisian lantaran dia tak kuat menahan banyaknya dorongan dari penonton. 
‘’Penontonya itu terlalu banyak, belum lagi mereka saling mendorong. Terkadang juga ada yang melempar kearah berlawanan, saya tidak kuat,’’ keluhnya. 
Bahkan pingsannya penonton ini sudah mulai terlihat saat Bondan menyanyikan lagu yang ketiga, yakni Kroncong Protol. Selain itu, konser ini juga sempat dihentikan lantaran sering terlihatnya aksi anarkis para penonton ini‘’Saya tidak akan melanjutkan nyanyi kalau kalian tidak tertib. Disini kita untuk bernyanyi bukan untuk berkelahi,’’ marah Bondan Prakoso usai melantunkan lagu yang berjudul Bunga.
Adanya aksi semacam ini juga dikeluhkan Agus Budi, penonton lainnya. Dia menganggap pihak penyelenggara tidak memperdulikan keselamatan penonton yang memadati stadion ini. Pasalnya, dalam konser ini hanya sedikit pantia yang terlihat. Padahal, jumlah penonton konser ini mencapai ribuan orang.
‘’Ya kalau bisnis itu memang mencari keuntungan sebanyak mungkin. Tapi ini hubungannya dengan keselamatan orang banyak, tolong lah dipikirkan juga keselamatan para penonton,’’ harapnya. [tur/but]


Sumber: http://www.beritajatim.com/detailnews.php/2/Ekonomi/2010-10-07/79906/Konser_Bondan_Rusuh,_Puluhan_Fans_Pingsan_

Solusi :
Kurangnya persiapan yang matang dari pihak penyelanggara dan kurangnya ketertiban dari pihak penonton yang menyebabkan konses menjadi rusuh. 
1. Seharusnnya penjualan tiket disesuaikan dengan kapasitas penonton dalam aula konser.  Seperti kata seorang promotor yang sudah biasa menangani konser dengan band-band luar, maksimal jumlah penonton dalam hitungan 1x1 meter hanya berisi 4 orang saja. Sehingga tidah ada desak-desakan penonton karena ruang yang tidak mencukupi. Dan keamanan yang selalu sigap bilamana ada penonton yang pingsan.
2. Kesadaran penonton agar dapat menjaga ketertiban selama konser, menikmati lagu yang sedang dibawakan oleh penyanyi atau bandnya, karena apabila terjadi sesuatu selama konser maka nama idolanya itu sendiri akan terbawa.

Bocah Sakit Ditinggal di Emperan Toko

Tema: individu, Keluarga dan Masyarakat


Bocah Sakit Ditinggal di Emperan Toko
Liputan6.com, Sragen: Ketiadaan biaya membuat seorang tukang becak terpaksa meninggalkan anaknya yang tengah sakit di emperan sebuah toko di Kota Sragen, Jawa Tengah, Ahad (17/10). Polisi menemukan anak tersebut dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Sragen untuk perawatan lebih lanjut.
Saat ditemukan, bocah perempuan berumur tujuh tahun bernama Bella Novari hanya ditemani seorang gadis berusia belasan tahun yang duduk di sampingnya sambil mencucurkan air mata. Melihat kondisi ini, seorang anggota polisi yang tengah berpatroli membawa Bella ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, seorang laki laki bernama Tugimin mengaku sebagai orangtua bocah. Warga Glagah, Mojorejo, Karang Malang, Sragen, sengaja menelantarkan anaknya yang sakit karena tak punya uang berobat. Tugimin juga tak bisa menyekolahkan anaknya dan membiarkannya hidup di jalan.(JUM)

Sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20101017/tid-bocah-sakit-ditinggal-di-emperan-tok-e390447.html

Solusi :
1. Pertanggung jawaban negara terhadap undang-undang  pasal 34 yang berisi "Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara".
2. Bantuan dari masyarakat sekitar sangatlah diperlukan untuk kelangsungan hidup masyarakat yang kurang mampu. Bantuan itu  tidak harus selalu berbentuk materi, namun juga pengajaran pendidikan atau keterlampilan sehingga masyarakat yang kurang mampu dapat membangun dirinya sendiri dan tidak perlu selalu bergantung pada orang lain.

Senin, 11 Oktober 2010

Banjir Masih Melanda Sejumlah Daerah

Tema :Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan


Liputan6.com, Semarang: Puluhan kapal barang antre menunggu bongkar muat Pelabuhan Tanjungemas, Semarang, Jawa Tengah, akibat banjir pasang atau rob menggenangi dermaga. Hal ini disebabkan akibat truk enggan menerobos genangan rob setinggi 50 sentimeter, Jumat (8/10).
Sementara itu, banjir yang melanda di enam kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam, sebagian besar belum juga surut. Bahkan di beberapa lokasi ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Hingga kini, warga yang dilanda banjir sudah mencapai sekitar 30 ribu orang. Walaupun begitu, jumlah pengungsi hanya 17.000 jiwa. Untuk para korban yang enggan mengungsi, proses distribusi bantuan dilakukan melalui perahu bermotor.
Empat hari diguyur hujan deras, banjir merendam areal persawahan di Kasemen dan Pontang di Serang, Banten. Banjir juga menggenangi jalur yang menghubungkan Banten Utara dan Serang Timur. Selain hujan deras, banjir ini juga disebabkan meluapnya Sungai Cibanten akibat tak bisa langsung ke laut karena kondisi air laut yang sedang pasang.
Jebolnya tanggul Sungai Jajar di Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, menyebabkan banjir setinggi sekitar 70 sentimeter di jalur alternatif Grobogan-Boyolali [baca: Jalur Grobogan-Boyolali Terendam Banjir].(APY/ANS)

sumber : http://id.news.yahoo.com/lptn/20101008/tid-banjir-masih-melanda-sejumlah-daerah-e390447.html

Solusi:
1. Untuk mengatasi banjir yang datang setiap tahunnya  pertama-tama diperlukan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang semakin menumpuk dapat menghambat saluran air yang menyebabkan banjir
2. Tanggul yang kurang dapat perhatian dari pemerintah sehingga sering kali jebol. Munggkin sebaiknnya diperlukan adannya pemeriksaan setiap 6 bulan sekali  Sehinnga mencegah terjadinya jebolnya tanggul secara mendadak.
3. Untuk korban banjir diharapkan mengikuti prosedur pengungsian, agar lebih mempermudah pendistribusian bantuan.
4. Merawat saluran air seperti seperti got, sungai dan saluran air lainnya agar lebih lancar dan enak dipandang.